Oto

Xiaomi Ekspansi Industri Otomotifnya Lewat Merk Baru Usai Sukses di Pasar

China (KABARIN) - Raksasa teknologi Xiaomi kini semakin lebar mengepakkan sayapnya di dunia otomotif, di mana perusahaan otomotifnya, Xiaomi Auto, dikabarkan akan memperkenalkan merek kedua bernama Sky Nomad, yang menandai langkah strategis perusahaan masuk ke pasar kendaraan listrik jarak jauh atau extended-range electric vehicle (EREV).

Bersamaan dengan hadirnya merek baru ini, perusahaan juga mulai mendiversifikasi rantai pasokan baterainya dengan menggandeng Sunwoda dan CALB untuk memasok baterai bagi SUV andalan terbarunya, lapor Carnewschina, Selasa (19/5) waktu setempat.

Model pertama di bawah merek Sky Nomad, dengan nama kode internal “Kunlun N3”, dijadwalkan meluncur ke pasar pada paruh kedua tahun 2026.

Kendaraan ini merupakan SUV EREV berukuran penuh dengan panjang lebih dari 5.300 mm dan jarak sumbu roda sekitar 3.100 mm. Mobil tersebut akan menggunakan mesin range extender 1.5T, dengan perkiraan jarak tempuh listrik murni antara 400 km hingga 500 km, serta total jarak tempuh gabungan sekitar 1.500 km.

Untuk mengoptimalkan biaya dan mengurangi risiko rantai pasokan, Xiaomi telah mengubah strategi pengadaan baterai untuk lini Sky Nomad.

Sunwoda ditunjuk sebagai pemasok utama dengan porsi 60 persen dari total pasokan, sementara CALB menjadi pemasok kedua dengan sisa 40 persen.

Langkah ini menjadi perubahan besar dibandingkan model Xiaomi sebelumnya, yaitu SU7 dan YU7, yang sangat bergantung pada CATL dan FinDreams milik BYD.

Hingga April 2026, Xiaomi Auto telah mengirimkan lebih dari 656.000 kendaraan, dengan CATL menyumbang lebih dari 80 persen pasokan baterai untuk seluruh unit yang telah dikirimkan.

Merek Sky Nomad dirancang untuk fokus pada segmen SUV EREV keluarga, sehingga berbeda dari merek utama Xiaomi yang lebih menitikberatkan pada kendaraan listrik murni dengan performa tinggi dan desain berteknologi modern.

Xiaomi menargetkan persaingan langsung dengan pemain besar seperti Li Auto dan Aito. Meski sebagian besar SUV EREV terlaris pada tahun 2025 dijual dengan harga di atas 250.000 yuan (Rp650,9 juta), Xiaomi berencana mengguncang pasar dengan menawarkan rasio harga dan performa yang lebih menarik.

Selain itu, Sky Nomad juga akan menjadi ujung tombak ekspansi internasional Xiaomi, terutama ke pasar luar negeri yang infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik murninya masih berkembang.

Analis industri menilai bahwa masuknya Sunwoda dan CALB merupakan langkah terukur untuk meningkatkan posisi tawar Xiaomi dalam negosiasi serta mengurangi ketergantungan pada satu pemasok saja.

Kedua perusahaan tersebut juga memiliki rekam jejak kuat di sektor kendaraan hybrid. Menurut SNE Research, Sunwoda saat ini memegang pangsa pasar terbesar untuk baterai kendaraan hybrid di China, sementara CALB mengalami pertumbuhan pesat dan menempati posisi ketiga di China dalam pemasangan baterai kendaraan listrik secara keseluruhan pada tahun 2025.​​​​​​​

Xiaomi juga terus memperkuat kemampuan internalnya untuk mendukung strategi multi-pemasok ini. Tim riset dan pengembangan baterai khusus milik perusahaan kini beranggotakan lebih dari 220 orang.

Selain itu, Xiaomi memiliki pabrik perakitan paket baterai sendiri di Yizhuang, Beijing, yang akan menangani perakitan sebagian paket baterai untuk armada kendaraan masa depannya.

Pada tahun 2025, CALB menjadi pemasok baterai kendaraan listrik terbesar ketiga di pasar China dengan pangsa pasar 7,1 persen, berada di bawah CATL dan BYD.

Penerjemah: Pamela Sakina
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: